Main Article Content

Abstract

Pesantren and Madrasah were born because of the acculturation of local culture and Islam, so Islamic education practitioners should be open, adaptive, and not anti-cultural. The principle that should be followed is to preserve the old values ​​or traditions that are still good and take on new values ​​or traditions that are better. That way, Islamic education will advance and modern, but not uprooted from its historical roots. The method used is a library method that focuses on the study of reference books that discuss the education of Islamic boarding schools and madrassas. The purpose of this paper is to be able to understand the meaning of pesantran / madrasa education in particular in Indonesia Cottage. Islamic boarding schools have gone through various periods of time, this shows that this Islamic educational institution shows a strong survival. This resilience was born because of the existence of idealism and consistency in the progress of his struggle. Supposedly, idealistic values ​​such as the sincerity of the kiai and his sincere commitment to maintaining and developing Islamic teachings can be used as a foothold of idealism for educational practitioners today. The goal is to make educational institutions and activities a place for commercialization and politicization, to reap profits and power.


 

Keywords

Pesantren madrasa moderation

Article Details

How to Cite
Ahdar, Abdul Halik, & Musyarif. (2020). Moderation and Mainstream of Pesantren or Madrasah Education. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan, 13(1), 14-37. https://doi.org/10.35905/kur.v13i1.1369

References

  1. Arif Mahmud, Panorama Pendidikan Islam di Indonesia, Yogyakarta, Idea Press, 2009
  2. Ali, A. Mukti Metode Memahami Agama Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1991
  3. Karel A. Steenbrink, Pesantren Madrasah Sekolah, Pendidika Islam dalam Kurun Modern, (Jakarta : LP3 ES, 1994
  4. Mursi, M. Munir al Tarbiyah al Islamiyyah : seperti yang dikutip oleh Mahmud Arif dalam, Panorama Pendidikan Islam di Indonesia, (Yogyakarta, Idea Press, 2009
  5. Nasir, M. Ridwan Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal Pondok Pesantren di Tengah Arus Perubahan (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), h. 102
  6. Azra,Azyumardi Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Mellenium III,.
  7. Ali, Muhammad. Reorientasi Makna Pendidikan Terpadu, dalam Said Aqiel Siradj et al. Pesantren Masa Depan: Wacana Pemberdayaan dan Transformasi Pesantren. Cet. I; Bandung: Pustaka Hidayah, 1999.
  8. Asrohah Hanun, Sejarah Pendidikan Islam. Cet. I; Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999
  9. Arifin Muzayyin, Kapita Selekta Pendidikan Islam. Cet. I; Jakarta: Bumi Aksara, 2003
  10. Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Mellenium III. Cet. I; Jakarta: Kencana, 2012.
  11. Aziz Abdul, Ensiklopedi Islam IV. Cet. II; Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994
  12. ______________, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII: Akar Pembaruan Islam Indonesia ; Jakarta: Prenada Media, 2005
  13. Bawani, Imam. Tradisional dalam Pendidikan Islam. Surabaya: Al-Ikhlas, 1993.
  14. Bisri Mustofa, Percik-percik Keteladanan Kyai Hamid Ahmad Pasuruan. Rembang :
  15. Lembaga Informasi dan Studi Islam.Yayasan Ma`had as-Salafiyah. 2003
  16. Departemen Agama RI. Grand Desain Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren. Jakarta: Direktorat Peka Pontren pada Ditjen Bagais Dep. Agama, 2004.
  17. Dewan Redaksi. Ensiklopedi Islam, jilid IV. Jakarta: Ichtiar Van Hoeve, 1994.
  18. Dhofier, Zamakhsyari. Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya mengenai Masa Depan Indonesia, Edisi Revisi. Cet. IX; Jakarta: LP3ES, 2011.
  19. Ghazali Bahri, Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan: Kasus Pondok Pesantren An- Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Madura. Cet. I; Jakarta: Pedoman Ilmu, 2001
  20. Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Lintasan Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan. Cet. IV; Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2001.
  21. Haedari, Amin. et al. Masa Depan Pesantren dalam Tantangan Modernitas dan Tantangan Kompleksitas Global. Cet. I; Jakarta: IRD Press, 2004.
  22. Hamzah, Amir. Pembaharuan Pendidikan dan Pengajaran Islam (Jakarta: Mulia Offset, 1989.
  23. _____________, Biografi KH. Imam Zarkasih dari Gontor Merintis Pesantren Modern. Ponorogo: Gontor Press, 1996
  24. Mas’ud, Abdurrahman. Dinamika Pesantren dan Madrasah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
  25. Madjid, Nurcholish. Bilik-bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan. Cet. I; Jakarta: Paramadina, 1997.
  26. Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren.Jakarta: INIS, 1994
  27. Mas’udi Masdar F, Direktori Pesantren. Cet. I; Jakarta: Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), 1996
  28. Masyhud Sulthon, Manajemen Pondok Pesantren. Cet. II; Jakarta: Diva Pustaka, 2000
  29. Mujib A, Intelektualisme Pesantren: Potret Tokoh dan Cakrawala Pemikiran di Era Perkembangan Pesantren; Jakarta: Diva Pustaka, 2006
  30. Muhaimin, Pemikiran Pendidikan Islam. Cet. III; Bandung: Tri Genda Karya, 1993
  31. Muhaimin dan Abdul Mujib, Pendidikan di Pesantren. Jakarta: t. p.,1993.
  32. Nasir, M. Ridwan. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal Pondok Pesantren di Tengah Arus Perubahan. Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
  33. Rama, Bahaking. Jejak Pembaharuan Pendidikan Pesantren: Kajian Pendidikan As’adiyah Sengkang Sulawesi Selatan. Cet. I; Jakarta: Parodatama Wiragemilang, 2003.
  34. _____________,Perspektif Sosio-Historis, Menata ke Depan Keunggulan Pendidikan Islam, Seminar Internasional tentang Pendidikan Islam: Fakultas Tarbiyah UIN Aluddin Makassar ,6 November 2014
  35. Rais, M. Amien. Cakrawala Islam Antara Cita dan Fakta. Bandung: Mizan, 1989.
  36. Said Amir, Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) dalam Simpul Sejarah Kebangkitan dan Perkembangan. Cet. I; Makassar: PB. DDI, 2007
  37. Syafei, Imam. dkk., Pesantren yang Terus Bertumbuh Pesat dalam Tabloid Pesantren Edisi 2/2013.
  38. Tim Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Profil Pondok Pesantren Mu’adalah . Cet. I; Jakarta: Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren Departemen Agama, 2004
  39. Wahid, Abdurrahman. Bunga Rampai Pesantren. Jakarta: Dharma Bakti, 1989.
  40. ____________________, Menggerakkan Tradisi; Esai-esai Pesantren. Cet. I; Yogyakarta: KIS, 2001
  41. Zuhairini, Sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1992.
  42. Syarifuddin, Manajemen Mutu Terpadu Dalam Pendidikan, Konsep, Strategi, Dan Aplikasi, Grasindo, Jakarta, 2002
  43. Sisdiknas, Undang-undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 (Bandung: Citra Umbara, 2003).
  44. Sallis, Edward Total Quality Management in Education: Manajemen Mutu Pendidikan, terj. Ahmad Ali Riyadi & Fahrurozi, Cet. VIII; Jogjakarta: IRCiSoD, 2008
  45. Jarome S. Arcaro, Quality in Education: An Implementation Handbook, terj. Pendidikan Berbasis Mutu: Prinsip-prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan (Cet. IV; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007
  46. Depag, Pedoman Akreditasi Madrasah Jakarta: Depag, 2005.
  47. Hasbullah Sejarah Pendidikan Islam Di Indonesia Lintasan Sejarah Pertumbuhan Dan Perkembangan Cet. I; Jakarta PT. Raja Grafindo, 199
  48. Hasbullah, Kapita Selekta Pendidikan Islam Cet. I; Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada, 1996,
  49. Djailani, A. Timur Peningkatan Mutu Pendidikan Pembangunan Perguruan Agama Jakarta: Dermaga, 1982
  50. Departemen Agama RI, Pedoman Pembinaan Pesantren Jakarta: Dirjen Bimbingan Islam, 1985), h. 10
  51. Dhofier, Zamakhsyari Tradisi Pesantren Jakarta: LP3ES, t. th
  52. Fadjar, A. Malik Madrasah dan Tantangan Modernitas, Miz Bandung an, Cet. 2, 1999
  53. Saleh, Abdul Rachman Pendidikan Agama dan Keagamaan Visi, Misi dan Aksi, (Jakarta : PT. Gemawindu Pancaperkasa, 2000
  54. Maksum, Madrasah : Sejarah dan Perkembangannya, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1999